Ancaman Resesi Global- Apakah Berpotensi terhadap Perekonomian Indonesia?

resesi ekonomi global

Presiden Joko Widodo menyebutkan bahwa pada tahun 2023 kondisi perekonomian akan gelap. Hal ini beraitan dengan digaungkannya peringatan dini terhadap ancaman resesi ekonomi global pada tahun 2023. Berdasarkan survey dari Bloomberg menyebut terdapat 15 negara yang berpotensi mengalami resesi ekonomi pada tahun 2023, salah satunya Indonesia. 
 
Mengutip dari sikapiuangmu.oj.go.id, resesi ekonomi secara sederhana dapat diartikan sebagai suatu kondisi di mana perekonomian suatu negara sedang memburuk yang terlihat dari produk domestik Bruto (PDB) yang negatif, pengangguran meningkat, maupun pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal berturut-turut.  
 
Indonesia memasuki urutan ke 14 dalam daftar 15 negara yang berpotensi mengalami resesi ekonomi tahun 2023 mendatang dengan persentase 3%. Menteri keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa potensi resesi ekonomi di Indonesia sangat rendah. Akan tetapi beliau tetap mengingatkan bahwa kondisi tersebut jangan sampai membuat terlena, hal ini harus tetap diwaspadai. 

Selain itu, dilansir dari KompasTv pada Juli lalu, Peneliti ekonomi Universitas Indonesia, Faisal Basri memberikan pandangannya bahwa Indonesia dapat mengatasi potensi mengalami resesi seperti Amerika, akan tetapi ongkosnya mahal. Beliau menyatakan kemungkinan resesi tidak berdampak pada perekonomian Indonesia bukan hanya sebagai optimisme maupun hanya proyeksi moderat belaka, akan tetapi disesuaikan dengan kondisi objektif. 

Sejalan dengan Bapak Faisal, Stafsus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo juga optimisme terhadap resesi 2023. Beliau menyebutkan beberapa alasan mengapa optimisme terhadap resesi 2023 yaitu cadangan devisa Indonesia mencapai 1960 triliun dan hal tersebut cukup memadai, kemudian pemerintah juga berupaya memperkuat subsidi sebagai kebijakan jangka pendek untuk menjaga daya beli masyarakat. 

Dibandingkan dengan negara Srilanka dan beberapa negara yang juga mengalami masalah, kinerja ekspor-impor di Indonesia masih relatif baik. Begitu juga dengan pasokan pangan BPNT tergolong baik, kemudian penerimaan pajak Indonesia mengalami peningkatan yang stabil terutama pada tahun awal dan tahun ini mengalami pertumbuhan yang cukup baik. Selain itu, Stafsus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo menyebutkan bahwa dengan melakukan manajemen utang yang bagus dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap resesi ekonomi tahun 2023. "Tahun ini kita bisa mengurangi secara signifikan penarikan utang baru, maka rasio utang kita turun dari 41 ke 38 persen," ujarnya.

Walau begitu, pemerintah Indonesia harus tetap waspada dalam setiap kebijakan untuk mengatasi potensi resesi ekonomi 2023. Tidak hanya pemerintah, masyarakat Indonesia harus turut waspada terhadap potensi resesi ekonomi 2023. Hal yang dapat dilakukan untuk mewaspadai terjadinya resesi ekonomi 2023 di Indonesia yaitu dengan mempersiapkan dana darurat, mengatur pengeluaran hanya untuk keperluan yang penting, menghindari pinjaman konsumtif dalam jangka panjang, wajib memiliki asuransi, serta berusaha menemukan cara untuk menambah penghasilan bulanan. Meskipun resesi ekonomi tahun 2023 diprediksi tidak berpotensi secara signifikan, akan tetapi baik pemerintah maupun masyarakat Indonesia perlu mengambil tindakan preventif dan antisipatif terhadap kemungkinan resesi ekonomi global pada tahun 2023.

Komentar

Postingan Populer